Tampilan: 0
Pada yang baru saja selesai Pameran RNSA , banyak pakar di Stan Dawei Medical secara khusus tertarik pada dua aspek: mencapai kejelasan gambar yang sangat baik di satu sisi, dan memastikan keselamatan pasien di sisi lain. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana peralatan radiografi digital modern mencapai keseimbangan ini.

Di bidang pencitraan medis, dokter dan insinyur terus bekerja dengan “keseimbangan” yang tidak terlihat. Tantangannya adalah memvisualisasikan setiap detail di dalam tubuh sambil meminimalkan dosis radiasi.
Di era film tradisional (Film/cr), Peralatan sinar-X lebih mirip dengan kamera film kuno. Sifat film yang sensitif terhadap cahaya sangat tetap, dan untuk memastikan gambar yang dapat digunakan diperoleh pada percobaan pertama, dokter sering kali cenderung memilih dosis keamanan yang relatif tinggi. Hal ini secara tidak sengaja meningkatkan beban radiasi pada pasien.
Dengan diperkenalkannya peralatan radiografi digital (DR) , teknologi pencitraan memasuki dimensi baru. Peralatan DR modern tidak lagi bergantung pada film kimia tetapi menangkap sinyal melalui detektor panel datar yang sangat sensitif. Bahkan pada dosis yang sangat rendah, ia dapat menangkap informasi jaringan yang kaya, sehingga sangat mengurangi kebutuhan pengambilan ulang.
Jika digitalisasi adalah “otak” dari pencitraan medis, maka peralatan perangkat keras adalah “mata” dan “perisainya.” Mencapai keseimbangan antara pencitraan yang jelas dan dosis radiasi yang rendah sangatlah penting, dan efisiensi perangkat keras adalah yang terpenting.
1. Detektor panel datar: Sistem DR modern kelas atas biasanya menggunakan bahan yang disebut 'cesium iodida.' Bahan ini sangat sensitif terhadap sinar-X. Ini dapat menangkap gambar yang sangat detail hanya dengan jumlah sinar-X yang minimal.
2. Teknologi filtrasi: Tidak semua sinar-X berkontribusi pada pencitraan. Beberapa sinar memiliki energi yang sangat rendah dan tidak dapat menembus tubuh untuk mencapai detektor, namun diserap oleh kulit sehingga meningkatkan risiko radiasi pasien. Sistem DR modern dilengkapi dengan filter logam canggih yang dapat menyaring sinar berenergi rendah.
3. Kolimator: Besarnya dosis radiasi tidak hanya bergantung pada intensitas sinar-X tetapi juga pada area penyinaran. Peralatan radiografi digital modern dilengkapi dengan kolimator yang sangat fleksibel yang secara tepat memfokuskan sinar-X pada area yang diperlukan, mencegah radiasi berlebih mempengaruhi jaringan tubuh di sekitarnya.
Banyak pasien berpikir bahwa rontgen selesai segera setelah gambar diambil, namun kenyataannya, banyak hal menakjubkan terjadi di dalam peralatan DR (Digital Radiografi) dalam sepersekian detik setelah rana ditekan.
1. Selama pemaparan: the Sistem sinar-X DR modern memiliki fungsi yang disebut 'kontrol eksposur otomatis.' Selama pencitraan, detektor mendeteksi secara real-time berapa banyak energi yang diterimanya. Ketika energi yang cukup telah diterima untuk menghasilkan gambar yang jelas, sinar-X akan dimatikan dalam hitungan mikrodetik, memastikan pasien terhindar dari paparan radiasi yang tidak perlu.
2. Setelah pemaparan: Peralatan radiologi digital memiliki perangkat lunak pemrosesan canggih yang dapat secara tepat memproses 'gambar mentah' yang diambil dengan dosis rendah menggunakan algoritme untuk mendapatkan gambar dengan kontras tinggi dan jernih.
Hubungan antara daya dan dosis tidak sekedar berbanding lurus, namun berkaitan dengan waktu dan efisiensi.
Dalam radiologi, daya tinggi biasanya mengacu pada penetrasi yang lebih kuat dan keluaran arus tabung yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan peralatan menghasilkan arus tabung (mA) yang sangat tinggi dalam waktu yang sangat singkat.
Hal ini memungkinkan waktu pemaparan menjadi lebih singkat, sehingga secara efektif mencegah 'kekaburan gerakan' dan mengurangi kebutuhan pemaparan berulang karena gambar buram, sehingga secara tidak langsung mengurangi dosis radiasi total.
Klinik perawatan primer/pusat pemeriksaan kesehatan: Jika fokus utamanya adalah pada pasien dengan tipe tubuh rata-rata atau rontgen dada rutin, daya 32kW atau 40kW biasanya lebih dari cukup. Mengejar 80kW secara membabi buta tidak hanya meningkatkan biaya, namun jika tidak dikontrol dengan baik, dapat dengan mudah menyebabkan paparan berlebih yang tidak perlu.
Rumah sakit umum besar/spesialis ortopedi: Untuk pasien obesitas (jaringan lebih tebal, memerlukan penetrasi lebih tinggi) atau untuk area tebal seperti tulang belakang dan panggul, diperlukan daya 50kW atau lebih tinggi. Hal ini karena peralatan berdaya rendah memerlukan waktu pemaparan yang lebih lama saat melakukan pencitraan pada area tersebut, sehingga pasien menyerap lebih banyak radiasi yang tersebar.
Melalui eksplorasi mendalam peralatan radiografi digital , kita dapat melihat bahwa setiap inovasi dalam teknologi pencitraan hanya memiliki satu tujuan inti: memvisualisasikan lesi secara akurat sekaligus memberikan perawatan yang paling lembut kepada pasien.
Menyeimbangkan 'dosis' dan 'kejelasan' adalah tanggung jawab sosial bagi perusahaan manufaktur medis. Dawei Medical secara konsisten menjunjung tinggi pemahaman ini dan mempraktikkannya.
Ingin mempelajari lebih lanjut tentang analisis mendalam dan berita industri mengenai peralatan pencitraan sinar-X digital? Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti situs resmi Dawei Medical (https://www.daweimed.com/).